Serupa Tapi Tak Sama, Berikut Perbedaan Konveksi dan Garment Kaos Polos

  • Whatsapp

serupa-tapi-tak-sama-berikut-perbedaan-konveksi-dan-garment-kaos-polos

Setiap tahun trend berpakaian selalu berubah dan terus beradaptasi dengan dunia industri di setiap negara. Kaos polos baru-baru ini kembali menjadi trend yang banyak digemari anak muda di Indonesia. Tak heran jika masyarakat berlomba-lomba untuk membuka usaha produksi kaos tersebut dengan membuka konveksi. Garment pun tidak mau kalah, produk baru berupa kaos dimunculkan untuk mengimbangi kebutuhan pasar.

Read More

Konveksi vs Garment

Terlihat serupa tapi tidak sama, konveksi dan garment sering salah disebutkan oleh masyarakat. Keduanya sama-sama memproduksi pakaian, namun tentu terdapat perbedaan. Berikut rangkumannya untuk Anda:

1. Jumlah produksi

Konveksi biasanya hanya menerima pesanan pembuatan kaos maupun produk lainnya tidak lebih dari 500 pcs. Sedangkan garment justru tidak melayani pembuatan dalam jumlah yang sedikit. Tetapi konveksi juga tidak bisa menerima dalam jumlah yang kurang dari selusin. Biasanya sudah ada paketan harga beserta dengan jumlah produk yang akan dibuat pada konveksi.

2. Jenis produk

Selain kaos polos, garment biasanya membuat produk lain sehingga tidak hanya ada satu produk saja. Biasanya adalah pakaian dinas, tentara atau pakaian lain yang ditujukan untuk banyak orang. Sedangkan konveksi cenderung pada satu produk saja. Meskipun begitu, konveksi juga akan menerima produk serupa dari produk utama jika pesanan dalam jumlah banyak.

Jenis produk yang biasanya diterima oleh konveksi adalah seragam pejabat desa, seragam olahraga anak sekolah dan juga seragam karang taruna. Sedangkan garment cenderung menerima pesanan jumlah banyak seperti untuk tentara, pilot serta satuan pekerjaan lainnya.

3. Kepemilikan

Konveksi biasanya didirikan oleh satu orang dan tidak ada penanaman saham untuk usaha konveksi tersebut. Berbeda dengan garment, yang pembuatannya melibatkan banyak pihak dan bisa berbagi saham antara pemilik dan pendirinya. Konveksi juga bisa didirikan oleh beberapa orang yang bergabung untuk iuran modal usaha.

4. Tenaga kerja

Sesuai dengan ukuran kepemilikan, konveksi biasanya hanya mempunyai pekerja yang tidak mencapai angka ratusan. Mesin jahit dan perlengkapan yang dimiliki juga terbatas dalam jumlah dan letaknya. Sedangkan garment justru memiliki pekerja hingga ribuan. Lengkap dengan perlengkapan yang dibutuhkan untuk produksi. Sehingga tidak heran jika jumlah produksi garment lebih banyak dibandingkan konveksi.

5. Jangkauan

Konveksi umumnya mendapatkan pesanan dari orang yang akan jual kaos polos atau memulai usaha baru. Selain itu biasanya pihak pemerintahan di kota atau desa akan pergi ke konveksi untuk membuat seragam kerja atau baju olahraga bersama. Sedangkan garment berbeda. Justru jangkauannya bisa mencapai antar provinsi bahkan antar negara.

Itulah perbedaan dari garment dan konveksi kaos polos. Keduanya sama-sama bisa mendatangkan lapangan baru untuk masyarakat Indonesia sehingga angka pengangguran Indonesia dapat dikurangi melalui usaha keduanya.

Semoga ulasan di atas bisa menambah wawasan Anda, ya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *